Slot Jepang PAY4D bandar toto macau

Takut Kalah Saing Produk Impor, Asosiasi Furnitur Minta Pemerintah Lindungi Pasar Lokal

Lipipan6.

Dedy telah menunjukkan bahwa keberadaan produk furnitur internasional, serta meningkatkan volume impor furnitur, juga merupakan tantangan mereka sendiri.

Karena pameran ini sering menunjukkan produk impor yang dianggap lebih murah atau memiliki desain yang lebih modern, yang membuat konsumen lebih tertarik untuk membeli produk dari luar negeri.

Fenomena ini, kata Dedy, membutuhkan lebih banyak perhatian dari pemerintah dan pihak -pihak yang berkepentingan dari sektor industri. Sebagai forum untuk pemain lokal di sektor furnitur dan kerajinan, Asmindo terus memperjuangkan kepentingan produk domestik untuk terus bersaing di pasar domestik.

“Sebagai organisasi yang menampung 90 persen anggota di bawah UKM, Asmindo mengharapkan manajemen pemerintah dan dukungan untuk melindungi pasar domestik,” kata Dedy ketika ia dipukul di Kementerian Perdagangan setelah Iffina 2025 pada Kamis (23 Januari 2025). Peningkatan kualitas

Dia juga menekankan pentingnya inovasi dan meningkatkan kualitas produk lokal. Untuk bersaing dengan produk impor, industri furnitur Indonesia harus dapat membuat desain yang menarik, kualitas yang dijamin, dan harga yang kompetitif.

Pemerintah juga diharapkan menawarkan dukungan dalam bentuk pedoman yang mendukung pertumbuhan industri kreatif dan perlindungan produk lokal sehingga industri furnitur Indonesia dapat berkembang dengan cepat dan memiliki daya saing yang kuat di pasar global.

“Kami berharap ini akan mendukung lebih banyak untuk mengendalikan aliran impor furnitur. Termasuk prioritas produk lokal dalam pengeluaran negara,” katanya.

 

Namun, Dedy mengatakan industri furnitur Indonesia terus memiliki potensi besar untuk dukungan ekonomi.

Data BPS menunjukkan bahwa dari Januari hingga Oktober 2024, ekspor furnitur mencatat pertumbuhan positif 4,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023.

“Ini adalah kabar baik di mana kita harus bersyukur dan modal yang optimis untuk tahun 2025 dengan antusiasme yang lebih besar,” katanya.

Di sisi lain, pasar internal dengan meningkatnya impor furnitur impor menghadapi tantangan serius. Data BPS menunjukkan bahwa furnitur impor meningkat sebesar 16 persen pada periode yang sama dan meningkatnya jumlah produk furnitur impor di Indonesia.

 

Dengan demikian, Dedy mengharapkan pemerintah untuk menawarkan insentif untuk memenangkan investasi untuk pembangunan pabrik yang dapat menghasilkan produk massal dan mendukung bahan baku seperti engsel, jalur, penelitian, dll.

Kemudian teknologi dapat terjadi. Bersama -sama kita dapat mendukung pertumbuhan industri furnitur di Indonesia.

“Kali ini kami berterima kasih kepada Menteri Perdagangan Republik Indonesia yang sangat berterima kasih atas kesediaan untuk menawarkan tempat dan dukungan penuh untuk penerapan acara ini,” pungkasnya.